SELAMAT DATANG DI BLOG TELECENTER MUNENG

Sabtu, 20 Maret 2010

PRAKTEK LEBIH MEMBUAT YAKIN PETANI

PRAKTEK LEBIH MEMBUAT YAKIN PETANI


“ Sak suwene niki sawah ngene kulo kok saben tandur mesti wonten mawon godonge pari sing kuningen “(selama ini setiap saya tanam padi selalu muncul daun yang kuning) kata salah satu peserta pelatihan dengan bahasa jawa yang sudah terbiasa jadi salah satu alat komunikasi mereka.


DOK. TC MUNENG.

Pelatihan dan praktek yang diadakan oleh Telecenter untuk masyarakat petani khususnya membawa angin segar bagi mereka yang ingin mendapat nilai tambah baik secara perbaikan lahan dan hasilnya. Sebab dalam pelatihan kali ini peserta diajak untuk memperhatikan struktur dan perilaku dalam menggarap tanah, yang sampai saat ini masih sering diabaikan oleh para petani kita. Lebih pada kebiasaan kemudahan yang diinginkan hingga mengabaikan kelestarian alam lingkungannya.

Keterangan dan penjelasan yang di sampaikan oleh fasilitator mencoba membuka pola berfikir

para petani yang mengikuti pelatihan tersebut, dengan memanfaatkan limbah lingkungan dan tumbuh-tumbuhan yang telah tersedia disekitar kita. Dengan kita mau mengolahnya, apa yang tersedia di sekitar kita sudah dapat kita jadikan pupuk alternatif pengganti pupuk asupan pabrik. Dengan mutu yang tidak kalah, dan biaya pembuatan yang relatif lebih murah di banding dengan pupuk anorganik.

“ Nggih pak, benjing sak derenge praktek pembuatan pupuk organik diwiwiti monggo kita sami ningali kawontenan sawah, nggih lemahipun ugi tanemanipun,”(iya pak, besuk sebelum praktek pembuatan pupuk organik mari kita mulai melihat keadaan sawah, dari tanah juga tanamannya)”kata fasilitator dan itu disepakati bersama.

Disela waktu yang ada di pagi hari itu, fasilitator dan peserta pelatihan menuju areal persawahan milik salah satu peserta.

Sesampainya di lahan pertama yang kita perhatikan adalah tanahnya, sela mas Ari sebagai fasilitator mulai memasukan tangannya ke dalam tanah sekaligus mengambil contoh tanah yang ada dan dimasukan ke dalam plastik berikut tanaman padi yang ada. Sekaligus hewan-hewan kecil yang ada disekitar tanaman dipegang dan dimasukan kekantong plastik pula.

Dalam pertemuan pelatihan dan praktek kali ini dilakukan dirumah salah satu peserta yaitu mas Riwuk panggilan akrab keseharian, dimana tempat kotoran sapi telah dipersiapkan untuk keperluan praktek.

Masuk sesi pembahasan yang baru saja dilakukan di sawah pak Sukar dan mas Budiono yang juga salah satu pengelola telecenter, mengelinding begitu saja. Dari contoh yang diambil tadi, satu persatu diulas oleh mas Ari mulai dari akar tanaman padi yg tidak sehat dan kondisi tanah yang sudah cukup memprihatinkan. Kondisi seperti ini jika di biarkan secara terus menerus bukan hal yang tidak mungkin jika kelak anak cucu kita akan mengalami kesulitan dalam bercocok tanam.

“ Nggih ngeteniki lho pak kajenge kulo dadhos wonten praktek sing manfaat kange para tani, kersane ngertos kondisi sak beneripun,” (yah seperti ini yang saya harap ada praktek yang bermanfaat bagi para petani biar tahu keadaan yang sebenarnya) celetukan dari salah satu peserta yang hadir. Dan kondisi seperti ini menjadi pekerjaan kita bersama, untuk dapat menjadikan petani kita kembali menikmati kondisi seperti yang mereka harap. (DOK, TC muneng. DEWA1771)




0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright by Telecenter Muneng  |  Template by Blogspot tutorial