MUNCULNYA NILAI KEBERSAMAAN
DILINGKUP PETANI
Banyak hal yang dilakukan oleh pengelola telecenter terkait dengan misi dan visi yang diemban, yaitu pemberdayaan masyarakat melalui informasi. Sosialisasi dilakukan di masyarakat melalui berbagai media, salah satunya pemberian kupon gratis pada kelompok-kelompok yang ada disekitar Telecenter berada. Akan tetapi dampak yang diharapkan belum mampu membawa hasil yang diinginkan, bahkan tidak membuat masyarakat merasa membutuhkannya.
Demikian halnya penyebaran informasi melalui perantara kader-kader yang sudah dikenal oleh pengelola dikelompok mereka masing-masing, hal ini sedikit mengena dengan tumbuhnya kelompok peternak jangkrik yang ada di sekitar Telecenter hingga keluar desa dan kecamatan.
Tentunya hal ini membuat para pengelola untuk lebih intensif lagi dalam membangun komunikasi dengan masyarakat, agar informasi yang ada di telecenter dapat mengakomodir akan kebutuhan mereka tentang informasi tentunya. Penempelan informasi di warung dan di papan yang telah disediakan masih dilakukan, termasuk menyaring aspirasi mereka yang telah menjadi pembicaraan dikalangan mereka sendiri. Seperti halnya yang terjadi akhir-akhir ini, kelangkaan pupuk menjadi topik hangat dan pengelola menangkap opini tersebut, perlu ditindak lanjuti dengan informasi yang mampu membawa mereka kepada perubahan yang positif. www.deptan.go.id dan www.knowledgebank.irri.org/tropice jadi salah satu sumber informasi akan pupuk alternatif yang mampu mengantikan pupuk kimia asupan pabrik.
Dalam situasi yang seperti itulah pengelola Telecenter bersama pendamping lapang mencoba untuk menentukan
langkah agar dapat memanfaatkan situasi, yang bertujuan membuka wawasan para petani untuk sadar akan kejadian-kejadian yang telah mereka alami dan rasakan selama ini. Dari gayung bersambut itulah diadakan kegiatan “PELATIHAN DAN PRAKTEK PEMBUATAN PUPUK ALTERNATIF JUGA PESTISIDA ALAMI”, di desa muneng tempat dimana Telecenter berada. Walaupun dengan modal terbatas, untuk mensukseskan kegiatan tersebut Telecenter mengundang tamu pelaku petani organik untuk mengisi acara tersebut. Dengan harapan masyarakat petani lebih bisa menerima dan memahami akan penjelasan sesama petani.
Dari kegiatan selama tiga hari yang dilakukan, sudah nampak dari individu-individu yang sebenarnya pernah mencoba akan tetapi tidak adanya teman dalam melakukannya menjadikan mereka tengelam dan tidak diperhatikan. Untuk itulah dalam wacana pelatihan tersebut muncul rasa ingin bersama-sama untuk melakukan dan mempraktekan secara bersama pula. Agar keinginan akan kelestarian alam lingkungan petani dapat betul-betul terwujud melalui sebuah kebersamaan pula.
Hal ini dibuktikan oleh kelompok pelatihan tersebut dengan kesepakatan” kita bersama tidak hanya saat ini saja akan tetapi harus di tindak lanjuti dengan tindakan nyata”. Yang berujung dengan adanya pertemuan rutin dalam kelompok tersebut serta menjunjung kebersamaan dalam mewujudkannya. (dewa oklik)
0 komentar:
Posting Komentar